"Hidup itu pilihan". Satu kalimat yang selalu membuatku berpikir kembali ketika aku merasa lelah. Lelah dengan segala hal, segala proses untuk mencapai apa yang aku harapkan. Dulu aku sadar, aku harus memilih, milih mana yang ingin aku ambil dalam hidup ini, milih mau seperti apa aku ini. Dan ketika pilihanku jatuh pada hal yang belum aku capai sekarang, prosesnya sudah membuatku merasa lelah. Ketika aku merasa seperti ini, pikiranku selalu balik ke awal. "Ini Pilihanku, ngapain aku ngeluh dengan pilihan sendiri ? ngerasa kecewa ? ngerasa nyesel dengan pilihan ini ? tentu saja jika aku jawab 'ya' itu benar-benar menjatuhkan harga diriku, aku tipe orang yang punya ego tinggi, gak mau ngalah, gak mau ngakuin apa yang aku rasa. jika aku sudah memulai, aku harus menyelesaikannya. karena aku tahu, pilihan aku dulu adalah yang terbaik dari semua pilihan lain yang tidak aku pilih."
Aku ingat, motivasi pertamaku melanjutkan S1 adalah cemoohan orang yang so tau, mungkin itu dendam. Tapi aku jujur, sampai sekarang perasaan sakit yang aku rasain ketika orang itu mencemooh masih saja terasa. mengingatnyapun membuat dada dan kerongkonganku sakit. Mungkin iyaa, mereka waktu itu lebih hebat dari aku, karena mereka sudah memiliki jabatan sarjana dan bekerja di suatu sekolah menengah atas. Sedangkan aku ? dulu aku hanya alumni yang baru lulus 1 tahun dari sekolah itu. IYA. Aku tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Aku sadar, waktu itu aku rendah, aku hanya seorang SCG disuatu mall yang datang ke sekolah untuk mengambil ijazah dengan tas di punggung yang penuh dengan barang bawaan bekal aku hidup di kota. perasaan sakit waktu itu membuatku berpikir, aku gak mau dipandang sebelah mata, meskipun aku harus bekerja lebih keras bakal aku lakuin, agar aku dihargai. Harta aku tidak punya, aku hanya punya tekad. dulu aku janji seberapa beratnya aku hidup, aku tetap akan mencari jalan agar aku tidak menjadi orang rendah. Masuk ke perguruan tinggi ini bukanlah suatu harapan yang main-main buatku. ketika mengingat kejadian itu dan melihat diriku sekarang, rasanya aku harus berterima kasih pada orang yang mencemoohku. kalo bukan karena mereka mungkin motivasi seperti ini dalam diriku tak akan pernah muncul.
Orang tuaku hanya petani, dan masih harus menyekolahkan 3 adikku, gak mungkin setelah aku lulus SMA aku masih mengulurkan tangan minta uang pada mereka. Sekarang aku kuliah adalah hasil keringatku sendiri, aku hanya meminta doa pada mereka. aku hanya minta orang tuaku selalu sehat, biar suatu hari nanti mereka melihat perjuanganku tidak sia-sia, do'a mereka tidak sia-sia. itu yang aku harapkan. hal itu masih menjadi motivasi dalam hidupku. bakal aku tunjukin AKU BISA, aku lebih bisa dari kalian para pencemooh yang mungkin lulus kuliah dengan terus minta pada orang tua.
tau gak ? hidup kaya gini itu lebih menantang, ketika gaji kerja tidak cukup memenuhi hidup 1 bulan, itu benar-benar perasaan yang campur aduk, haha.. proses hidup benar-benar terasa ketika itu. Tugas kampus numpuk, tugas kerjaan numpuk. tekanan kerjaan, tekanan tugas kuliah. sampai kadang tidur hanya 2 jam pun bisa kujalani.
ini menyenangkan dan kadang menguras air mata, seandainya aku rapuh, tentu aku sudah menyerah dari dulu. tap karena motivasi yag selalu datang, kata nyerah gak akan pernah ada.
INI PILIHANKU!!!!
0 komentar:
Posting Komentar