Bismillah, aku ingin mecoba menulis tentang semua perasaan yang kurasakan, tanpa adanya air mata atau tanpa adanya rasa sakit dalam hati.
Selalu, yah selalu. Ketika aku menulis tentang semua hal yang pahit, air mataku tak dapat kubendung. Mungkin karena terlalu sakit ? Atau mungkin karena aku terlalu menghayati. Hah kata anak jaman sekarang mungkin itu terlalu lebay. Tapi yasudahlah memang itu kenyataannya.
Sekarang aku bukan lagi anak mama, *tuhkan, baru satu kalimat saja mataku sudah berkaca" :-(
Aku memang cengeng makanya aku belum bisa mandiri sampai sekarang. Oke, memang sekarang aku telah menjadi seorang anak perantau demi mendapatkan uang tanpa orang tua disampingku. Dan oke, sekarang aku terlihat mandiri dari luar, tapi dari dalam ? Oh ayolah, apa yang terlihat dari luar itu jauh berbeda dengan kenyataannya, setiap aku berfikir, merenung dan menulis, keceriaan dan kemandirian ku hilang dalam sekejap. Hatiku menangis, ingin aku perlihatkan semua kenyataannya kepada mereka, kenyataan bahwa aku yang tak bisa setegar yang aku perlihatkan.
Memang dulu aku punya sahabat, sahabat dimana aku bisa menangis dihadapannya, dipelukannya. Menghilangkan semua rasa sedih, sakit hati dan penat yang sulit aku ceritakan pada orang lain. Tapi itu dulu, dulu yang masalahnya tak serumit dan sesakit ini.
Tapi kini, aku dan mereka telah terpisah jarak yang sangat menyebalkan. Ketika seperti ini, sekarang tidak ada tempatku untuk berbagi cerita, rasa sakit dan senang ku. Aku kangen mereka Ya Allah.
Kamis, 11 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar